Keinginan yang tertunda
Halo
kabarnya, seseorang suka baca blog gue ini dan katanya dia nunggu postingan gue yang selanjutnya. gue jadi terharu *lagu hening cipta mengalun dari kejauhan*
oke, let's to main topic
tadi sehabis maen futsal bareng temen-temen gue langsung pulang, sekitar jam enam.
gue mengendarai motor gue dengan perlahan karena omayo udah ada di indomart (iya, gak nyambung). seruan azan mulai terdengar gue jadi buru2 untuk pulang karena pengen buru-buru mandi dan solat. jam 6 tadi aja gue belom mandi, bau nya wangi kok kayak stroberi (no coment!), konon katanya bau nya bisa membunuh seekor nyamuk yang hinggap di badan gue dalam satu kali tepokan (yaiyalah, namanya juga ditepok)
ngomongnya jadi ngalor ngidul gini.
oke, back to our topic
gue jalan sambil menikmati udara sejuk di sore tadi dengan perasaan senang dan tentunya gue gak lupa pake celana dalem, jadi udara yang masuk ke tubuh itu terasa lebih oke (apaandah) cobalah sendiri kalo gak percaya. Inget! tidak dianjurkan untuk cewek.
gue menikmati perjalanan dengan sungguh dan tanpa dusta. disaat jalan menuju rumah gue yang jaraknya hanya beberapa meter lagi, kira kira 1521 meter, gue menemukan kucing jalanan yang imut ada 2 ekor, kucing itu duduk saling berjauhan, kayaknya lagi marahan.
Mungkin dikalangan kucing jalanan dia adalah kucing ter-elit yang menjadi kucing idola, muka nya pun ganteng dan cantik (untuk standar kucing tentunya).
Karna gue pengen melihara kucing, dan sampe sekarang belom kesampean. gue berniat untuk membawa salah satu kucing imut itu kerumah. mula-mula gue berhenti didekat kucing itu, dan gue memilih untuk membawa kucing kecil, karena gue ingin ngerawat nya sejak dini (ceilah). kucing kecil itu jenis kelaminnya cowok.
gue mencoba lebih mendekat ke kucing kecil itu dan untungnya dia diem aja dan gak coba-coba untuk kabur, dia tau kalo gue bukan orang yang suka mencabuli hewan.
saat gue ambil kucing itu secara perlahan, kucing itu mulai mengeluarkan suara.
kucing dengan sukses diambil dan siap untuk dibawa kerumah, tapi ada satu pertanyaan yang muncul di otak gue : KAYAK MANA CARA BAWA NYA?
gue pun mulai berpikir, kucing yang gue pegang mulai menggerak-gerakan badannya berusaha kabur. Gue masih mikir.
disaat gue masih asik berfikir,ada seonggok mahluk yang lebih besar dari kucing kecil ini datang ke gw, dia adalah kucing besar, dan dia cewek. kucing besar cewek itu mulai berjalan dan ngeliat ke arah gue, gue juga ngeliat ke arah kucing besar itu. kita saling tatap-tatapan penuh arti.
akhirnya gue putuskan untuk berhenti saling menatap saat itu juga, karna takut jatuh cinta.
kucing besar berjalan mengelilingi gue dengan tatapan sinis, kayaknya kucing besar cemburu.
kucing kecil masih berusaha untuk kabur yang masih gue pegang dengan kedua tangan.
gue sempat berdialog dengan kucing kecil.
Gue : *menatap kucing kecil*
Kucing Kecil (KK) : *mencoba kabur*
Gue : *masih menatap kucing*
KK : Meaow meaow meoawwwww (terjemahan : arrgghhhhhh)
Gue : *elus kucing kecil*
KK : *sraakkkkkk*
kucing kecil itu nyoba nyakar gue, untungnya gak kena karna rising star gak tayang malam ini (gue juga gak tau maksudnya apa)
akhirnya dengan berat hati, gue lepaskan tuh kucing kecil.
kucing kecil itu langsung berlari kearah kucing besar. kucing kecil langsung menyembunyikan kepalanya dibawah badaan kucing besar, dan gue baru sadar bahwa kucing besar itu adalah ibunya. tampaknya kucing kecil itu ketakutan
ibunya kucing kecil itu berusaha melindungi anaknya dari genggaman orang gila tadi (baca: gue) tapi kucing besar itu hanya melihat gue dan gak bisa apa apa, hanya berharap kucing kecil kembali.
Kasih sayang seorang ibu dan anak itu emang spesial dan gak ada habisnya, walupun itu hewan sekalipun.
suasana kembali sedih *lagu syukur mengalun dari kejauhan* .
Dari yakin ku teguh
Hati ikhlas ku penuh.
akhirnya gue resmi pulang dengan rasa bersalah.
Emoticon Emoticon